Laporan tersebut juga menyoroti peran Comprehensive Investment and Policy Plan (CIPP) dalam kemitraan Just Energy Transition Partnership (JETP). Dokumen itu menawarkan jalur transisi yang lebih ambisius dan berorientasi pada investor, meskipun tidak bersifat mengikat.

Untuk Indonesia, AIGCC menilai kelayakan investasi di Indonesia bergantung pada kemampuan proyek memperoleh pembiayaan, keberlanjutan keuangan PT PLN (Persero), realisasi pembangunan jaringan listrik, serta kejelasan arah transisi pembangkit listrik tenaga batu bara, termasuk pembangkit captive yang memasok kebutuhan kawasan industri.

"Pertumbuhan ekonomi Indonesia bergantung pada listrik yang andal dan terjangkau. Transisi yang dapat dibiayai adalah cara menjaga pasokan listrik seiring ekonomi terus tumbuh," katanya pula.

Untuk memperkuat daya tarik investasi swasta, AIGCC mengidentifikasi lima area prioritas bagi pembuat kebijakan.

Pertama, menyelaraskan peta jalan transisi energi nasional, sektor ketenagalistrikan, dan JETP, termasuk dalam penanganan pembangkit captive dan penetapan target pengurangan emisi.

Kedua, memperjelas mekanisme pengadaan proyek, tarif listrik, jaminan pembayaran, risiko nilai tukar, dukungan pemerintah, serta pendapatan PLN agar proyek memiliki kepastian pembiayaan.