Di sisi armada, AirAsia telah mengembalikan 25 pesawat yang lebih tua dan kurang efisien dalam penggunaan bahan bakar sebagai bagian dari program optimalisasi armada jangka panjang.
Menurut Bo, langkah tersebut membantu mengurangi beban sewa tetap sekaligus mempercepat transisi menuju pesawat berbadan sempit (narrowbody) yang lebih efisien.
"Dengan operasional penerbangan jarak pendek dan jarak jauh kini berada dalam satu grup, AirAsia memiliki fleksibilitas yang lebih besar dalam mengoptimalkan penggunaan armada dan kapasitas di seluruh jaringan, dengan fokus yang lebih kuat pada profitabilitas rute dan tingkat pengembalian yang berkelanjutan," kata dia.
AirAsia juga mengatakan rencana penggalangan dana perusahaan terutama diarahkan untuk restrukturisasi utang, penataan kembali pembiayaan, dan konsolidasi neraca guna mengoptimalkan struktur permodalan jangka panjang, bukan semata-mata untuk membiayai kebutuhan operasional.