Dalam taklimat media pada Jumat, Co-founder AirAsia Tony Fernandes mengakui kenaikan biaya avtur mempengaruhi biaya operasional maskapai. Ia mengatakan kuartal II menjadi periode yang sulit karena harga rata-rata avtur mencapai 183 dolar AS per barel, atau meningkat 66 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.

Namun, menurut dia, kondisi tersebut diperkirakan membaik seiring dengan langkah AirAsia menyesuaikan tarif untuk mengantisipasi kenaikan biaya bahan bakar.

Di tengah tekanan biaya operasional tersebut, Fernandes mengatakan tidak ada pesawat AirAsia yang dihentikan operasinya (grounded) akibat gagal bayar.

Saat ini, AirAsia memiliki sekitar 250 pesawat, dengan 10 pesawat lainnya diperkirakan siap beroperasi pada Oktober.