NADIKABAR.COM — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengandalkan ekonomi digital sebagai mesin pertumbuhan untuk mencapai target ekonomi enam persen pada 2027 melalui investasi, produktivitas dan ekspor bernilai tambah.

Airlangga menempatkan ekonomi digital sebagai salah satu andalan untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 6,0 persen pada 2027.

"Perekonomian Indonesia tumbuh 5,45 persen (c-to-c) pada Semester I 2026, yang menjadi pijakan menuju target tersebut. Tahun 2027, Pemerintah menargetkan pertumbuhan sebesar 6,0 persen, inflasi 2,5 persen," kata Airlangga dalam keterangan terkonfirmasi di Jakarta, Minggu.

Ia menjelaskan target tersebut memerlukan tiga prasyarat, yakni pertumbuhan investasi yang lebih tinggi daripada pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB), peningkatan produktivitas pekerja, dan penguatan ekspor bernilai tambah. Investasi perlu tumbuh 8-9 persen dengan target penanaman modal sebesar Rp2.258 triliun.

Dalam kerangka tersebut, ekonomi digital menjadi mesin pertumbuhan yang terukur. Nilai transaksi bruto (Gross Merchandise Value/GMV) ekonomi digital Indonesia mendekati 100 miliar dolar Amerika Serikat (AS) pada 2025, naik 14 persen dari tahun sebelumnya.

Pengguna Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) mencapai 65,77 juta orang dengan 44,86 juta merchant.

Airlangga mengarahkan pengembangan ekosistem digital sebagai rantai nilai terpadu yang didukung oleh talenta digital yang berkualitas, pengembangan semikonduktor dan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) serta infrastruktur yang memadai, antara lain pembangunan pusat data.