Airlangga menjelaskan pengembangan KEK kesehatan penting untuk menahan aliran devisa yang keluar akibat masyarakat memilih berobat di luar negeri.

Ada sekitar 2 juta warga Indonesia berobat ke luar negeri setiap tahun, terutama ke Singapura dan Malaysia, dengan total devisa yang keluar diperkirakan mencapai Rp200 triliun.