Selain itu, cadangan devisa Indonesia mencapai 146 miliar dolar AS atau setara dengan pembiayaan sekitar 6,5 bulan impor.

Sementara itu, penyaluran kredit perbankan tumbuh sekitar 13 persen dengan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) yang dinilai masih relatif rendah.

Menurut Airlangga, indikator tersebut menunjukkan kondisi makroekonomi Indonesia masih cukup kuat di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.

Dari sisi sektor riil, pemerintah juga mencatat ketersediaan pangan yang memadai, dengan stok beras nasional berada di atas 5 juta ton. Nilai tukar petani (NTP) juga disebut meningkat hingga sekitar 130.