NADIKABAR.COM — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, kondisi fundamental ekonomi Indonesia masih kuat di tengah ketidakpastian global dan gejolak pasar keuangan, termasuk sentimen negatif terkait Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Ia mengatakan, sejumlah indikator makroekonomi masih menunjukkan perkembangan positif selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming.

"Kondisi makroekonomi kami sampaikan kepada Bapak Presiden, pertumbuhan ekonomi 5,45 persen, tingkat inflasi masih dalam range 2,5 plus minus 1 persen," kata Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu.

Airlangga juga melaporkan indeks manajer pembelian (purcashing managers Index/PMI) berada di level 52, sedangkan indeks keyakinan konsumen tercatat sebesar 118.