Di sektor industri halal, pemerintah telah menerbitkan 4,4 juta sertifikat halal bagi 3,4 juta pelaku usaha yang mencakup 14,68 juta produk.

Indonesia juga telah memiliki mutual recognition arrangement (MRA) untuk produk halal dengan 39 negara.

Airlangga menilai pengembangan ekonomi syariah dan industri halal dapat terus diperkuat dengan meningkatkan akses masyarakat terhadap pembiayaan, memperluas literasi, serta meningkatkan kapasitas pelaku usaha.

Dalam kesempatan tersebut, Menko juga mendorong para wisudawan Universitas PTIQ Jakarta untuk mengintegrasikan ilmu pengetahuan, ekonomi, teknologi, dan nilai-nilai Al Quran dalam menghadapi tantangan masa depan.

Menko Airlangga berpesan kepada para wisudawan untuk menjadi pemecah masalah dan inovator dengan membawa nilai-nilai Al Quran ke dalam ruang kebijakan. Nilai tersebut perlu diterjemahkan ke dalam gagasan dan solusi yang dapat menjawab berbagai persoalan di masyarakat.

Kemudian, ia mendorong para wisudawan untuk menguasai teknologi dan meningkatkan literasi digital agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, termasuk kemajuan kecerdasan artifisial (AI) dan teknologi lainnya.

"Ketiga, manfaatkan program-program Pemerintah seperti MagangHub, pelatihan GIG Economy dan Digital Talent Scholarship, akses pembiayaan bersubsidi untuk wirausaha termasuk KUR syariah, serta LPDP untuk melanjutkan pendidikan,” tutup Airlangga.