βIndonesia punya special economic zone itu kira-kira 24.000 hektare. Vietnam punya special economic zone 2 juta hektare. Jadi dia lebih masif dari kita, lebih berani, dan sebetulnya dari segi kepastian usaha, mereka juga memberikan pelayanan yang baik kepada para investor,β ujar Airlangga.
Selain itu, ia mengatakan daya saing Vietnam juga semakin kuat dengan penandatanganan perjanjian-perjanjian dagang internasional yang lebih dulu dilakukan daripada Indonesia.
βSatu hal lainnya yang mereka mendahului kita adalah mereka sudah menandatangani kerja sama dengan Eropa lebih dulu dari kita, (EU$ CEPA. Kemudian dengan Amerika Serikat juga mereka mendapatkan treatment daripada tarif dan nontarif yang lebih baik dari Indonesia,β kata dia.
Meski demikian, Menko Airlangga mengatakan, Vietnam tidak memiliki permintaan domestik yang tinggi. Oleh karena itu, ekspor menjadi orientasi utama dari Vietnam dalam kinerja perekonomiannya.