βJadi inilah yang mendorong Vietnam ekspornya lebih cepat dari kita, namun mereka tidak punya domestic market. Jadi mereka yang menanam investasi di Vietnam itu harus mendorong untuk menuju ekspor,β ujar dia.
Sementara itu, Airlangga mengatakan penguatan industri, seperti sektor hilirisasi dan pengolahan atau manufaktur, diharapkan menjadi motor penggerak utama dari perekonomian Indonesia.
βSaya memberikan catatan bahwa hilirisasi tidak sama dengan industrialisasi. Hilirisasi salah satu daripada industri. Dan berbagai manufaktur lain yang didorong adalah tentunya seperti sektor otomotif, sektor tekstil produk tekstil, sektor fast-moving consumer goods (FMCG), kemudian sektor strategis lain,β jelas Airlangga.
βNah, itu juga banyak yang perlu kita dorong agar kontribusi industri terhadap GDP (produk domestik bruto) itu bisa lebih tinggi dari 20 persen,β ujarnya menambahkan.