NADIKABAR.COM — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan risiko penurunan klasifikasi pasar modal Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) tidak berdampak pada realisasi investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Airlangga menjelaskan MSCI hanya berfokus pada indikator pasar modal dan tata kelola korporasi terdaftar sehingga tidak berpengaruh terhadap arus investasi riil di KEK.

"MSCI tidak terkait dengan KEK karena itu hanya untuk terkait dengan governance di capital market. Dan KEK (realisasi investasi) 67 persen sampai Q3, harapannya bisa mencapai 100 persen di Q4 karena semua kan sedang dalam proses pembangunan," ujar Airlangga usai Rapat Koordinasi Dukungan Kementerian/Lembaga untuk Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kuartal III 2026 di Jakarta Pusat, Rabu (21/10).

Ia menyebut hingga saat ini, realisasi investasi di 25 KEK secara akumulatif telah menembus Rp382,1 triliun dan menyerap hingga 302 ribu tenaga kerja.