Airlangga mengatakan, total proyek yang mendapatkan komitmen pendanaan melalui JETP mencapai US$ 21,4 miliar. Hingga saat ini, Indonesia telah memanfaatkan sekitar US$ 3,93 miliar atau hampir US$ 4 miliar.

Sementara itu, Radovan menyebut sektor energi terbarukan memang menjadi salah satu bidang yang dilirik perusahaan asal Jerman untuk berinvestasi di Indonesia. Perusahaan Jerman, kata Radovan, memiliki pengalaman dan teknologi yang dapat mendukung pengembangan energi terbarukan di Indonesia.

"Perusahaan-perusahaan Jerman membawa serta pengalaman dan teknologi yang luas, dan menurut saya hal ini sangatlah penting; kami juga memiliki proyek-proyek yang mempertemukan kalangan akademisi serta sektor publik dan swasta," sebut Radovan.