Pertumbuhan ekonomi pada kuartal III 2026 ditopang oleh kuatnya permintaan domestik. Tingkat konsumsi rumah tangga tercatat tumbuh 5,04 persen dan mendominasi hingga 51,97 persen dari total Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

Komponen penyumbang terbesar berikutnya datang dari sisi konsumsi pemerintah yang melesat di angka 8,95 persen. Capaian ini melampaui angka pertumbuhan periode yang sama pada tahun lalu sebesar 5,66 persen.

Melesatnya konsumsi pemerintah ini, lanjut Airlangga, merupakan hasil dari digenjotnya akselerasi belanja negara selama kuartal kedua dan ketiga.

Belanja negara tersebut dialokasikan untuk program-program unggulan pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.