ASHTAM juga menyebutkan adanya abu vulkanik pada ketinggian tinggi yang telah terpisah dari sumber gunung berapi dan bergerak ke arah barat daya, yang diperkirakan akan menipis atau menghilang dalam waktu 12-18 jam. Sementara itu, emisi abu vulkanik secara terus-menerus hingga FL150 bergerak ke arah barat."Kondisi tersebut berada dalam Flight Information Region (FIR) Jakarta atau wilayah informasi penerbangan Jakarta. Untuk bandara terdampak (affected aerodrome) maupun rute pelayanan lalu lintas penerbangan terdampak (affected ATS routes) menjadi prioritas perhatian dalam pengelolaan ruang udara yang dilakukan Airnav Indonesia," tulis AirNav dalam keterangannya, Senin (7/9/2026).
Untuk Gunung Ibu, ASHTAM VAWR9818 menetapkan status peringatan Oranye. Berdasarkan pemantauan, sebaran abu vulkanik Gunung Ibu teridentifikasi hingga Flight Level 070 (FL070) atau sekitar 7.000 kaki dan bergerak ke arah utara dengan kecepatan 10 knot (sekitar 19 km/jam).Laporan dari darat menunjukkan emisi abu vulkanik yang masih berlangsung (ongoing volcanic ash emissions). Abu vulkanik teridentifikasi melalui citra satelit, namun pada pengamatan terbaru tertutup oleh awan meteorologis.Aktivitas Gunung Ibu berada dalam FIR Ujung Pandang atau wilayah informasi penerbangan Ujung Pandang. Berdasarkan ASHTAM VAWR9818, tidak terdapat bandara terdampak maupun rute penerbangan terdampak.Untuk diketahui, ASHTAM merupakan informasi aeronautika khusus mengenai aktivitas gunung berapi dan abu vulkanik, yang diterbitkan untuk menyampaikan informasi mengenai keberadaan, ketinggian, dan pergerakan abu vulkanik yang dapat memengaruhi ruang udara. Informasi ini menjadi auan penting bagi pengguna ruang udara dalam melakukan perencanaan dan pelaksanaan penerbangan.ASHTAM VAWR3760 terkait Gunung Anak Krakatau berlaku mulai 7 September 2026 pukul 09.10 WIB hingga 8 September 2026 pukul 09.10 WIB. Sementara ASHTAM VAWR9818 terkait Gunung Ibu berlaku mulai 7 September 2026 pukul 08.20 WIB hingga 8 September 2026 pukul 08.20 WIB.