Melalui investasi ini, Andi berharap Ajaib Group dapat meningkatkan layanannya terhadap investor, khususnya ritel. Pasalnya, mayoritas pengguna Ajaib mayoritas adalah investor ritel yang bukan dari kota-kota besar.
"Kemajuan edukasi teknologi finansial sudah masuk sampai di tingkat kota-kota tersebar di seluruh Indonesia. Nanti kami jelaskan secara teknis data yang kami punya dan ini merupakan satu langkah maju dan kami berharap dengan masuknya investasi sebesar ini di dunia investasi startup, menambah semangat ketika banyak rumor investasi asing lari dari perdagangan saham di Indonesia tapi buktinya Rp 4,8 triliun masuk ke dalam Ajaib Group," terangnya.
Co-Founder sekaligus CEO Ajaib Group Anderson Sumarli, menjelaskan total modal yang himpunan perusahaan menembus US$ 500 juta atau sekitar Rp 8,87 triliun. Dana investasi dari SBI Holdings nanti akan dialokasikan untuk membuka lapangan kerja sekaligus membesarkan sumber daya manusia (SDM) Ajaib Group.