Saat ditanya alasannya tidak membuka amplop tersebut, Aji mengaku tak berani membuka amplop karena mengetahui amplop tersebut ditujukan kepada Fadia.

"Saya tidak berani buka, amplopnya ditujukan kepada Bu Bupati. Ketika dapat titipan saya konfirmasi ke Ibu," jelasnya.

Menurut Aji, Fadia kemudian meminta uang tersebut disimpan sampai dibutuhkan. Salah satu penggunaannya adalah untuk membeli sembako dan parsel saat Lebaran.

"Arahan Ibu suruh disimpan untuk pas membutuhkan. Biasanya pas Lebaran untuk beli sembako dan parsel untuk dibagikan ke tim-tim," katanya.

Aji menyebut uang tersebut disimpan di laci kantornya. Dia baru membuka amplop ketika mendapat arahan. Dalam amplop itu, dia melihat pecahan uang Rp 100-50 ribu.

Selain Susanto, Aji juga pernah menerima titipan uang dari kepala OPD lainnya seperti Edi Harjanto, Abdul Ghazali, Wawan Kadisporapar, Wahyu Kuncoro Kadinkes, Yudi Himawan Kadinsos, Nur, hingga Supriyadi.

"Itu uang THR dan akhir tahun," ujar Aji.

Aji mengaku tidak mengetahui jumlah uang yang diterimanya dari para kepala OPD tersebut. Dia hanya mengetahui uang itu titipan untuk Fadia, dan dibelanjakan untuk keperluan Lebaran dan akhir tahun.