NADIKABAR.COM — Guru Besar Ilmu Politik Universitas Nasional, Prof Yuddy Chrisnandi menilai langkah Presiden Prabowo Subianto memilih Jenderal Pol Suyudi Ario Seto sudah tepat. Pria yang juga Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) periode 2014-2016 menilai langkah itu sebagai bentuk kematangan dalam kepemimpinan Prabowo.
"Pilihan Presiden Prabowo tersebut merupakan bukti nyata ketegasan dan selektivitas dalam menempatkan pimpinan institusi strategis negara berdasarkan rekam jejak dan prestasi yang terukur," kata Yuddy Chrisnandi di Jakarta, Jumat (2/10/2026).
Ia menyampaikan bahwa dari perspektif hubungan sipil-militer dan tata kelola kekuasaan negara, keputusan Prabowo mengajukan Jenderal Suyudi ke DPR sudah berpijak pada legitimasi konstitusional. Suyudi diajukan melalui Surat Presiden Nomor R57/Pres/09/2026 tertanggal 30 September 2026.
"Keputusan Presiden Prabowo mengangkat Jenderal Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri adalah hak prerogatif konstitusional yang dijalankan dengan sangat matang," kata dia.
Dia melihat presiden tidak sekadar menjalankan hak formal tetapi memilih dengan pertimbangan rekam jejak yang jelas dan terukur.
"Ini adalah pola kepemimpinan yang diharapkan dari seorang Kepala Negara, tegas, selektif, dan berorientasi pada kebutuhan institusi bangsa," ujar Yuddy Chrisnandi.
Ia juga menyoroti kekompakan Dewan Perwakilan Rakyat dalam memberikan persetujuan atas usulan presiden.
Hanya dalam hitungan jam sejak Surat Presiden diterima pagi hari, Komisi III DPR langsung menggelar uji kelayakan dan kepatutan, dan menyetujui secara aklamasi setelah melalui koordinasi dengan para Ketua Kelompok Fraksi, Mahkamah Kehormatan Dewan, dan pimpinan DPR.