Dalam uji kelayakan dan kepatutan di hadapan Komisi III DPR, Suyudi menunjukkan keberanian seorang Kapolri untuk mengakui dan membedah fenomena "no viral no justice" secara terbuka di hadapan wakil rakyat adalah sikap yang patut dihargai dan menjadi sinyal positif bagi arah transformasi Polri ke depan.
Ketika seorang Kapolri secara terbuka mengakui fenomena ini di hadapan DPR dan menjadikannya salah satu agenda pembenahan, itu adalah sinyal kesungguhan yang luar biasa.
"Kami bisa optimistis bahwa transformasi Polri akan benar-benar menyentuh akar persoalan yang dirasakan rakyat," katanya.
Ia juga memberikan apresiasi khusus pada keputusan Presiden Prabowo menempatkan Jenderal Listyo Sigit Prabowo pada posisi strategis baru sebagai Kepala Staf Kepresidenan.
Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan bahwa Presiden Prabowo tetap memberikan penghormatan tulus atas dedikasi dan pengabdian Listyo Sigit selama memimpin Polri sejak Januari 2021.
"Keputusan menempatkan Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai Kepala Staf Kepresidenan menunjukkan kelas kepemimpinan Presiden Prabowo," kata dia.
Presiden tidak sekadar mengganti, tetapi memberikan penghormatan pada dedikasi panjang Jenderal Listyo Sigit dengan menempatkan pada posisi strategis yang tetap mengabdi pada bangsa dan negara. "Ini adalah pola kepemimpinan negarawan yang patut diteladani," kata dia.