NADIKABAR.COM — Akademisi Universitas Mataram (Unram) Teti Zubaidah mengatakan fenomena banjir rob yang menggenangi daratan wilayah pesisir kini tidak lagi mengenal musim pasang tertentu dan dapat terjadi hampir setiap bulan akibat pengaruh angin serta gelombang laut.

Teti Zubaidah yang juga Ketua Program Studi Magister Mitigasi Bencana Universitas Mataram (Unram) mengatakan kondisi itu terungkap dalam studi ilmiah yang dilakukan pihaknya di kawasan pesisir Ampenan, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada awal 2026.

"Dulu hanya saat musim-musim pasang, tapi sekarang ini enggak harus menunggu musim bulan purnama. Banjir rob juga bisa terjadi akibat angin dan gelombang laut yang tiba-tiba datang," ujar dia saat ditemui di Studio Magister Mitigasi Bencana Unram, Mataram, NTB, Senin.

Teti menjelaskan banjir rob merupakan genangan yang berasal dari arah laut dan masuk ke daratan. Fenomena tersebut berbeda dengan banjir biasa atau banjir bandang yang alirannya berasal dari pegunungan menuju laut.