Teti menuturkan mitigasi banjir rob dapat dilakukan melalui pendekatan struktural dan non-struktural. Mitigasi struktural berupa pembangunan dinding penahan gelombang untuk mengurangi dampak gelombang terhadap daratan.

Namun, pembangunan infrastruktur tersebut membutuhkan biaya besar dan efektivitasnya tetap perlu dikaji sesuai kondisi kawasan pesisir.

Adapun mitigasi non-struktural dapat dilakukan dengan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat untuk mengenali tanda-tanda potensi banjir rob.

"Non-struktural lebih kepada kesiapsiagaan warga untuk bisa menandai kapan terjadinya banjir rob, paling tidak itu misalnya sudah ada tanda-tanda terjadi bencana, barangkali bisa mengungsi sementara atau membuat rumah tidak lebih terpapar," pungkas Teti.