Untuk itu penanganan stunting tidak dapat hanya dibebankan kepada sektor kesehatan, namun berbagai faktor seperti pemberian ASI eksklusif, makanan pendamping ASI, pemantauan pertumbuhan balita, akses air minum dan sanitasi layak, hingga pendampingan keluarga berisiko stunting juga berperan.

Erni mengatakan pencegahan stunting seharusnya tidak berhenti pada penyuluhan, karena masyarakat perlu diberdayakan agar mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.