NADIKABAR.COM — Akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Buddi Wibowo menilai sorotan Morgan Stanley Capital International (MSCI), penyedia indeks saham global, lebih terkait tata kelola pasar modal ketimbang kondisi perekonomian nasional.
“MSCI tidak mempermasalahkan fundamental ekonomi Indonesia, yang mereka persoalkan adalah tata kelola, transparansi, dan keamanan investasi di bursa saham Indonesia,” kata Buddi dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
MSCI sebelumnya mempertimbangkan kategori Frontier Market bagi Indonesia, yang kemudian berubah menjadi kategori Standalone Market.
Buddi berpendapat usulan MSCI tersebut pada dasarnya dapat dijawab dengan langkah-langkah konkret.
Sorotan terhadap transparansi dan tata kelola Bursa Efek Indonesia (BEI) yang menjadi sorotan MSCI telah muncul sejak awal 2026.