Edukasi mengenai kekerasan, lanjut dia, termasuk kekerasan seksual, juga dapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran Bahasa Indonesia yang menjadi mata kuliah wajib bagi mahasiswa.
Gagasan tersebut yang melatarbelakanginya mengembangkan BukuAjar.ID, sebuah inovasi buku ajar digital yang memadukan kompetensi literasi akademik, pendekatan Outcome-Based Education (OBE), serta wawasan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (PPK) di perguruan tinggi.
Inovasi tersebut menjadi fokus disertasi Sabbardi yang akan dipertahankan dalam Ujian Promosi Doktor Ilmu Pendidikan Bahasa di Universitas Negeri Semarang (Unnes), Jumat (23/10) besok.
Bahkan, ujian doktor tersebut dijadwalkan menghadirkan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof. Dr. Abdul Muβti sebagai penguji eksternal.
Dalam penelitiannya, Sabbardi memandang bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia memiliki posisi strategis untuk mendukung tujuan tersebut.