Fransina berharap partisipasi tersebut dapat meningkatkan pengenalan terhadap produk fesyen etnik Maluku sekaligus membuka peluang kerja sama bisnis yang berkelanjutan bagi pengembangan usahanya.

β€œPengembangan produk berbasis budaya lokal membutuhkan inovasi desain, konsistensi kualitas, serta strategi pemasaran agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” katanya.

Selain itu, pengembangan fesyen etnik juga berpotensi mendorong keterlibatan perajin dan masyarakat pemilik tradisi dalam rantai ekonomi kreatif, sehingga manfaat ekonomi dari promosi budaya dapat dirasakan lebih luas.

Keterlibatan Fransina sebagai akademisi sekaligus pelaku UMKM menunjukkan peluang kontribusi perguruan tinggi dalam mendorong pengembangan usaha berbasis potensi lokal, termasuk melalui inovasi produk dan perluasan akses pasar.