Meski demikian, kandungan gizi dan manfaat kesehatan produk kue kering yang dikembangkan dalam program tersebut belum diuji secara khusus. Karena itu, klaim mengenai kandungan gizi maupun manfaat kesehatannya masih memerlukan pengujian lebih lanjut.

β€œTahapan berikutnya mencakup pengujian penerimaan konsumen, pembakuan resep, pemantauan penerapan SOP dan pembukuan, serta evaluasi kegiatan promosi,” ujarnya.

Tim juga merencanakan pengembangan produk lain, seperti sagu keju kelor dan cake kelor, untuk memperluas pilihan produk yang ditawarkan kepada konsumen.

Luaran yang ditargetkan dari kegiatan tersebut meliputi produk kue kering inovatif berbahan daun kelor, SOP produksi, desain kemasan dan branding, penguatan pemasaran melalui platform digital, serta publikasi ilmiah.

Melalui pendampingan tersebut, Dapur Kanina diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, menjaga konsistensi kualitas produk, dan memperluas pasar secara berkelanjutan dengan memanfaatkan sumber daya lokal.

Evaluasi lanjutan diperlukan untuk mengetahui tingkat penerimaan konsumen terhadap varian baru, sekaligus menilai efektivitas penerapan standar produksi dan strategi pemasaran digital yang telah disiapkan.