"Kementerian PU terus berusaha agar akses jalan kembali fungsional secepat mungkin. Jalan dan jembatan merupakan urat nadi pergerakan masyarakat dan distribusi logistik," kata Dody dalam keterangan tertulis, Sabtu (22/8/2026).

Ia menjelaskan penanganan kedua ruas jalan tersebut menjadi prioritas karena ini merupakan akses jalan untuk mobilitas antardesa, menuju pusat pelayanan, maupun menjalankan aktivitas sosial dan ekonomi sehari-hari. Terbukanya akses darat juga mempermudah pergerakan bantuan dan kebutuhan masyarakat menuju wilayah terdampak.

Untuk mendukung percepatan penanganan di Pulau Palue, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT telah memobilisasi dua unit excavator dan satu unit kendaraan pikap L300 dari Pelabuhan Maumere di Pulau Flores menuju Pulau Palue. Peralatan tersebut digunakan untuk membuka akses dan membersihkan material longsoran di sejumlah titik.