NADIKABAR.COM — Pengerjaan sejumlah fasilitas pendukung LRT Jakarta lintas Kelapa Gading-Manggarai masih dikebut meski layanan tersebut telah resmi diresmikan.

Jakarta - Pengerjaan sejumlah fasilitas pendukung LRT Jakarta lintas Kelapa Gading-Manggarai masih dikebut meski layanan tersebut telah resmi diresmikan.

Sejumlah pekerja terlihat mengebut pengerjaan jembatan di kawasan stasiun LRT Jakarta, Rabu (23/9/2026). Penyelesaian fasilitas juga masih terlihat di sejumlah titik, termasuk kawasan Stasiun Pramuka dan Stasiun Proklamasi.

Pengerjaan sejumlah fasilitas pendukung LRT Jakarta lintas Kelapa Gading-Manggarai masih berlangsung setelah layanan tersebut resmi diresmikan Presiden Prabowo Subianto bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pada 16 September 2026.

Pekerjaan tersebut mencakup akses menuju stasiun, fasilitas bagi pejalan kaki, serta sejumlah bagian pendukung konektivitas.

Fasilitas-fasilitas itu masih dalam tahap penyempurnaan dan dikerjakan secara bertahap.

Kondisi tersebut membuat pengelola LRT Jakarta masih menutup sejumlah akses di sekitar stasiun. Masyarakat belum dapat menggunakan seluruh fasilitas dan akses yang tersedia karena pekerjaan masih berlangsung.

Stasiun Pramuka dan Stasiun Proklamasi juga hingga kini belum melayani penumpang umum. Pengoperasian kedua stasiun dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan teknis, aspek keamanan dan kenyamanan pengguna, serta hasil evaluasi pengelola.

Pembangunan LRT di kawasan Pramuka sebelumnya turut berdampak terhadap akses lalu lintas dan mobilitas pejalan kaki. Pekerjaan struktur serta pembangunan jalur LRT menyebabkan adanya rekayasa lalu lintas di sekitar Jalan Pramuka, Jalan Matraman, hingga kawasan Proklamasi.

Lintas Kelapa Gading-Manggarai memiliki panjang sekitar 12,2 kilometer dengan 11 stasiun. Jalur tersebut membentang dari Kelapa Gading, Boulevard Utara, Boulevard Selatan, Pulomas, Equestrian, Velodrome, Rawamangun, Pramuka, Matraman, Proklamasi hingga Manggarai.