NADIKABAR.COM — Aksi bertajuk "Simfoni 1001 Pembatik 2026" yang digelar di kawasan Jalan Malioboro Kota Yogyakarta pada Sabtu (3/10) dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional tersebut dapat menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap batik.

"Saya lihat banyak sekali anak-anak muda yang ada di sekitar kita kali ini, artinya mereka juga sudah mempunyai rasa kepemilikan terhadap batik," kata Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri Kementerian Perindustrian Emi Suryandari pada pembukaan aksi 1.001 pembatik di Yogyakarta, hari ini.

Menurut dia, keterlibatan anak-anak muda dalam agenda budaya tersebut menjadi bukti nyata tumbuhnya rasa kepemilikan generasi penerus terhadap batik tradisional, sehingga dia mengajak generasi muda untuk mencintai batik asli Indonesia.

"Saya sangat ingin anak-anak muda yang ada di sekitar panggung ini, tolong cintai batik asli Indonesia. Karena kalau tidak, maka budaya ini tidak akan ada yang melestarikan," katanya.

Pihaknya juga mengajak generasi mudah dan masyarakat pada umumnya agar menjadikan batik bukan hanya sebagai warisan masa lalu, tapi warisan yang terus hidup, berkembang, dan berinovasi.