Tuntutan selanjutnya, kata Damses, terkait penanganan banjir dan pemerataan infrastruktur serta pembenahan lingkungan.

"Melihat Kota Medan yang langganan banjir, infrastruktur jalan yang rusak dan tidak merata, serta pengelolaan sampah terburuk se-Indonesia, kami menuntut Pemerintah Kota Medan untuk mempercepat perbaikan jalan, drainase, penerangan jalan, fasilitas publik, pengelolaan sampah, serta infrastruktur dasar lainnya dengan prinsip pemerataan dan keberlanjutan," tambahnya.

Damses mengatakan, pihaknya juga menyoroti sebanyak 1.350 anak se-Kota Medan yang putus sekolah. Hal ini, kata dia, menunjukkan kegagalan Pemkot Medan memprioritaskan program pendidikan.