"Juga banyaknya keluhan masyarakat Medan dalam mengakses fasilitas kesehatan yang dinilai rumit dan mahal," katanya.

GMNI juga meminta Pemkot Medan untuk menghentikan program yang dinilai boros. Di antaranya anggaran air mineral Rp 1,1 miliar dan anggaran sewa gedung Rp 400 juta per tahun.

"Kami melihat kinerja wali kota kebanyakan hanya seremoni. Kami meminta agar anggaran untuk seremonial di instansi pemerintahan dipangkas," pungkasnya.