Kholid mengatakan kejadian tersebut berlangsung pada awal Agustus 2026. Pihak Disdikbud kemudian mengambil tindakan terhadap keduanya.

"Keduanya memang kepala sekolah dan guru. Informasinya itu awal Agustus. Oknum kepala sekolah langsung kita copot dan 'kandangkan' di dinas. Untuk oknum gurunya sudah kita pindah ke tempat yang jauh," kata Kholid, Jumat (4/9).

Kholid mengatakan kedua oknum tersebut sebenarnya sudah memiliki keluarga masing-masing. Dugaan mengenai hubungan khusus keduanya juga disebut telah lama diketahui oleh sejumlah guru dan karyawan di sekolah tersebut.

Bahkan, dugaan hubungan tersebut dinilai sudah cukup terbuka sehingga pihak sekolah kemudian mengambil langkah untuk mencari bukti dengan memasang kamera pengawas.

"Yang pasang kamera CCTV inisiatif sendiri karena isu hubungan keduanya kan sudah lama beredar," kata Kholid.