"Sebagai catatan, salah satu pelakunya menggunakan baju yang seakan-akan merupakan seragam karyawan dari swalayan tersebut, tujuannya supaya tidak dicurigai saat terekam dalam CCTV," ucapnya.

Polisi menyebut RH, yang kini masih buron, sebagai sosok yang menjadi dalang atau aktor intelektual dalam aksi tersebut. Dalam pembagian peran, H dan RH masuk ke dalam minimarket untuk mencoba membobol ATM, sementara D berada di luar untuk mengawasi keadaan.

"Pelaku H bersama RH masuk ke dalam untuk membobol ATM, sedangkan ibu menunggu di luar untuk melihat dan memantau situasi kondisi di luar," jelasnya.

Nasriadi mengatakan motif ekonomi menjadi salah satu faktor yang mendorong para pelaku melakukan aksi tersebut. RH disebut sebagai orang yang membujuk H dan D untuk terlibat dalam rencana pencurian itu.

"Ekonomi yang membuat mereka termotivasi. Ibu ini ibaratnya menikah dengan orang yang salah," ucapnya.