NADIKABAR.COM — Lingkar Pemuda Indonesia (LPI) menggelar aksi nasional Seribu Lilin yang dilaksanakan secara serentak di 10 provinsi sebagai bentuk dukungan dan pengawalan terhadap Presiden Prabowo Subianto, sekaligus mendesak Polri mengusut tuntas dugaan kasus penyadapan ilegal.
Direktur Eksekutif Nasional LPI Akhrom Saleh mengatakan gerakan solidaritas tersebut telah mulai bergulir sejak Rabu (4/11) malam di beberapa wilayah seperti Sumatera, Banten, dan Sulawesi Tengah.
“Aksi simbolik ini menjadi penanda komitmen pemuda dalam menjaga kepemimpinan nasional serta mengawal proses penegakan hukum di Indonesia,” kata Akrom dalam keterangannya diterima di Jakarta, Kamis.
Selain memberikan dukungan penuh kepada Polri, LPI mengingatkan agar penyidik berjalan tanpa pandang bulu. Polri dituntut bertindak profesional dan objektif, termasuk apabila dalam perkembangannya ditemukan indikasi keterlibatan pihak dari internal institusi sendiri.
Akrom pun mengapresiasi keberanian Polri di bahwa kepemimpinan Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto yang mulai membongkar praktik kejahatan penyadapan tersebut.
Namun, LPI menekankan pentingnya penanganan yang mendalam dan serius mengingat kasus ini bukan sekedar polemik politik biasa, melainkan menyangkut privasi pejabat negara serta mengarah pada dugaan tindakan makar.