βLPI meminta aparat penegak hukum membiarkan kasus berlarut-larut tanpa kepastian guna mencegah berkembangnya opini liar dan spekulasi di tengah publik,β ujarnya.
Akrom menegaskan komitmen LPI mendukung Polri dalam menjalankan fungsi penegakan hukum. Namun, dukungan tersebut harus diikuti dengan profesionalisme, independensi, keterbukaan, dan integritas institusi.
βPolri perlu menunjukkan keberanian dalam mengungkap fakta, termasuk apabila proses pemeriksaan menemukan dugaan pelanggaran yang melibatkan pihak internal,β katanya.
Sementara itu, Sekretaris Nasional (Seknas) LPI Mahardhika Prakasha Shatya menjelaskan LPI ingin mendorong keterlibatan generasi muda dalam mengawal berbagai persoalan kebangsaan melalui gerakan Seribu Lilin di 10 provinsi. Pihaknya ingin mengingatkan pentingnya menjaga persatuan nasional.
βHari ini kami akan melakukan aksi simbolik serentak di sejumlah daerah, kurang lebih sekitar 10 provinsi, aksi solidaritas ini kami lakukan untuk mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung Polri mengungkap dalang dibalik aksi penyadapan kepala negara,β tegasnya.
Ia mengatakan LPI juga akan terus berkomitmen mendukung dan juga memberikan kritikan kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, serta mendorong terwujudnya Polri yang profesional, dan berintegritas agar berjalan sesuai prinsip konstitusi dan keadilan sosial.