NADIKABAR.COM — Keterbukaan sering dianggap sebagai salah satu kunci hubungan romantis yang sehat. Namun, membagikan seluruh pikiran dan pengalaman pribadi kepada pasangan ternyata tidak selalu memperkuat keintiman. Hubungan juga membutuhkan ruang privasi dan batasan pribadi.

Profesor filsafat sekaligus mantan Presiden Universitas Haifa, Aaron Ben-Ze’ev, Ph.D, dalam laman Psychology Today pada Sabtu (31/10), menjelaskan bahwa pasangan dapat memiliki hubungan yang dekat tanpa harus mengungkapkan seluruh kehidupan pribadinya.

Menurut Ben-Ze’ev, pandangan romantis yang menganggap pasangan sebagai dua individu yang harus selalu menyatu dapat membuat keterbukaan dipahami secara berlebihan. Padahal, setiap orang tetap memiliki identitas, keinginan, ingatan, dan pemikiran pribadi.

Ia menjelaskan bahwa keintiman memang membutuhkan keterbukaan dan kesediaan untuk berbagi informasi personal. Namun, hal tersebut tidak berarti seseorang harus menghilangkan seluruh batas privasinya.