Keterbukaan tanpa pertimbangan juga berpotensi menyakiti pasangan. Mengungkapkan setiap pikiran yang muncul, termasuk fantasi sesaat atau kekesalan sementara, belum tentu memberikan manfaat bagi hubungan.
Ben-Ze’ev mengatakan keintiman yang sehat melibatkan kemampuan memahami informasi apa yang perlu disampaikan, kapan waktu yang tepat untuk membicarakannya, serta hal-hal yang sebaiknya tetap menjadi urusan pribadi.
Ia juga membedakan privasi dan kerahasiaan dalam hubungan. Privasi berkaitan dengan hak seseorang untuk memiliki ruang pribadi dan menjaga batasan, sedangkan kerahasiaan dapat menyangkut informasi yang sengaja disembunyikan dari pasangan meskipun pasangan tersebut memiliki alasan yang wajar untuk mengetahuinya.
Mengutip penelitian Christian Klesse dan Jenn van Hooff pada 2025 yang diterbitkan dalam jurnal The Sociological Review, Ben-Ze’ev menjelaskan bahwa kerahasiaan dalam hubungan intim memiliki konteks yang beragam. Namun, hal tersebut tidak berarti kebohongan atau pengkhianatan dapat dibenarkan.