NADIKABAR.COM — Pemerintah Kota Semarang mengungkap alasan di balik pengusulan gelar pahlawan nasional untuk KH Sholeh Darat. Salah satu pertimbangannya yakni KH Sholeh Darat punya peran dalam memperjuangkan kemerdekaan RI melalui keilmuan.
"Yang menjadi dasar pertimbangan adalah Sholeh Darat ini berjuang tidak dengan mengangkat senjata, tapi berjuang dengan keilmuannya," ungkap Kepala Dinas Sosial Kota Semarang, Agus Junaidi saat ditemui di Balai Kota Semarang, Kecamatan Semarang Tengah, Rabu (19/8/2026).
Agus menambahkan, saat ini proses pengusulan gelar pahlawan untuk sosok yang bernama asli Muhammad Soleh itu sudah lolos dan tinggal menunggu pengumuman Presiden.
"Alhamdulillah, untuk pengusulan gelar pahlawan nasional Kiai Sholeh Darat sudah sampai tahap akhir, sudah final, lolos memenuhi syarat. Sehingga ini diajukan gelar pahlawan nasional oleh Presiden," ungkapnya.
Sosok yang merupakan pengasuh pondok di daerah Darat, Kecamatan Semarang Utara, yang diperkirakan lahir sekitar tahun 1820 sudah diusulkan menyandang gelar pahlawan sejak 2025. Dari Jawa Tengah, satu sosok yang juga diusulkan menyandang gelar pahlawan ialah Margono Djojohadikoesoemo.