Namun, sosoknya lebih dikenal dengan nama Kiai Sholeh Darat. Nama itu didapat karena dirinya merupakan pengasuh pondok di daerah Darat, Semarang Utara, Kota Semarang.
Kiai Sholeh Darat dikenal dengan berbagai kitabnya di bidang fiqih, tasawuf, dan tafsir. Berbagai kitabnya juga dibuat menggunakan tulisan Arab berbahasa Jawa atau pegon agar mudah dipahami masyarakat.
Salah satu karyanya yang tersohor ialah kitab berjudul Faidlur Rahman fi Bayani Asrarir Qur'an. Kitab itu disebut-sebut sebagai kitab tafsir pertama yang menggunakan aksara pegon.
KH Sholeh wafat di Semarang tahun 1903. Ia dimakamkan di TPU Bergota dan hingga kini masih banyak peziarah yang mengunjungi makam tokoh ulama terkenal ini.