Namun, dalam praktiknya, teori tersebut tidak mudah diterapkan. Purbaya pun mengaku terpaksa lebih banyak bicara. Meski begitu, sikap tersebut justru dinilai sebagian pihak sebagai bentuk kesombongan.

"Dalam waktu dekat kan susah untuk itu. Ya terpaksa saya omong gede, yang dibilang orang sombong, 'itu Purbaya sombong banget.' Itu bukan sombong, tapi desain untuk membentuk ekspektasi ke depan, ke arah yang positif," tutur mantan Kepala Lembaga Penjamin Simpanan itu..

Jika pasar memiliki ekspektasi positif, perekonomian nasional juga berpeluang bergerak lebih baik. Sebab, masyarakat dan investor menjadi lebih percaya diri untuk kembali beraktivitas dan mengambil keputusan ekonomi.