Varian dua baterai mampu menempuh hingga 145 km dalam sekali pengisian penuh, sementara varian satu baterai menawarkan jarak hingga 82 km, yang berada masih di atas rata-rata motor listrik sekelas. Kapasitas baterainya pun lebih besar. Viper varian dua baterai membawa total kapasitas 3,0 kWh, salah satu yang paling kompetitif di segmennya. Baterai berjenis LFP yang digunakan juga dikenal lebih stabil terhadap panas serta memiliki umur pakai yang panjang.
Namun, VinFast menawarkan pilihan pengisian daya yang fleksibel sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Pelanggan dapat memilih untuk mengisi daya baterai dengan nyaman di rumah atau menggunakan layanan Battery Swap sebagai alternatif yang lebih cepat.
Bekerja sama dengan V-Green, VinFast telah membangun lebih dari 2.000 stasiun penukaran baterai di berbagai wilayah di Indonesia, sehingga memberikan fleksibilitas dan kenyamanan lebih bagi pelanggan.
Melalui layanan Battery Swap, pengguna cukup menukar baterai yang kosong dengan baterai yang telah terisi penuh dalam hitungan detik, tanpa perlu menunggu proses pengisian daya selesai.
Apakah tenaga sebesar itu membuat biaya kepemilikannya ikut membengkak? Viper tersedia dalam tiga skema. Dengan langganan baterai harganya Rp 22.000.000, dengan satu baterai Rp 25.640.000, dan dengan dua baterai Rp 29.280.000.
Skema langganan bahkan membuat harga masuknya lebih rendah dibanding motor bensin maupun motor listrik di kelas yang sama.
Perbedaan sesungguhnya baru terasa pada biaya harian. Dengan pemakaian 1.000 km per bulan atau sekitar 33 km per hari, motor bensin membutuhkan sekitar Rp 222.000 untuk bahan bakar. Viper hanya membutuhkan sekitar Rp 26.400 bila baterainya dimiliki sendiri dan diisi di rumah, atau sekitar Rp 26,4 per kilometer, dibanding Rp 222 per kilometer pada motor bensin.
Artinya, biaya energinya lebih dari delapan kali lebih rendah, meski menawarkan performa yang lebih tinggi.
Pada skema langganan, biaya bulanannya tetap ringan. Mengisi sendiri di rumah membutuhkan sekitar Rp110.400 per bulan, sudah termasuk langganan baterai Rp 84.000. Bila lebih sering memanfaatkan Battery Swap, totalnya sekitar Rp 156.000 per bulan, dan hanya Rp 84.000 selama tahun pertama karena biayanya gratis hingga 20 kali swap sebulan.
Selisih angka setiap bulan itu bisa dimanfaatkan untuk menambah anggaran belanja kebutuhan rumah tangga. Jika dikumpulkan selama setahun, nilainya bahkan mencapai lebih dari Rp2 juta, cukup untuk modal liburan singkat bersama keluarga.
Gambaran yang lebih utuh terlihat ketika menghitung total biaya kepemilikan selama lima tahun atau 60.000 km.