Menurut Alcaraz, pengalamannya menjalani pemulihan cedera pergelangan tangan yang membuatnya absen lebih dari empat bulan pada musim ini turut menjadi bagian penting dari perjalanan kariernya.
"Saya rasa hal terbaik yang dapat saya lakukan sebagai panutan adalah menunjukkan perilaku saya, baik di dalam maupun di luar lapangan. Ini bukan hanya soal memenangi turnamen, tetapi juga bagaimana saya tampil, berjuang, dan seberapa besar kecintaan saya terhadap olahraga ini," ujar Alcaraz.
Ia mengatakan tidak merasa terbebani dengan pandangan masyarakat yang menjadikannya teladan karena dirinya hanya berusaha menjadi diri sendiri.
Alcaraz berharap dapat terus mempertahankan sikap tersebut sekaligus menunjukkan kepada generasi muda pentingnya kerja keras, ketekunan, dan kecintaan terhadap tenis.
Di Wina, Alcaraz juga berpeluang menambah koleksi gelar turnamen dalam ruangan setelah menjuarai Rotterdam pada 2025.
Penerjemah: Arindra Meodia