NADIKABAR.COM — Petenis Spanyol Carlos Alcaraz siap kembali berkompetisi dan mengejar gelar keempatnya musim ini saat tampil pada turnamen ATP 500 Erste Bank Open di Wina, Austria, pekan ini.

Petenis peringkat ketiga dunia itu mengaku membutuhkan lebih banyak pertandingan untuk mengembalikan ritme permainan terbaiknya setelah terakhir kali bertanding pada Shanghai Masters pertengahan bulan ini, ketika kalah dari Zizou Bergs.

"Saya tidak banyak mengikuti turnamen tahun ini. Saya membutuhkan kompetisi, turnamen, dan ritme pertandingan untuk kembali ke level terbaik," kata Alcaraz dalam konferensi pers menjelang turnamen dikutip dari ATP, Selasa.

Meski mengaku puas dengan perkembangan permainannya saat ini, petenis berusia 23 tahun tersebut menilai masih ada sejumlah aspek yang perlu ditingkatkan.

"Saya senang dengan cara saya bermain dan level permainan saya saat ini, tetapi saya merasa belum sepenuhnya mencapai level terbaik," ujar Alcaraz.

Ia mengatakan keikutsertaan di Wina menjadi kesempatan penting untuk kembali mengasah kemampuan melalui latihan dan pertandingan melawan para petenis papan atas. Ia menilai persaingan ketat dalam turnamen tersebut dapat membantunya meningkatkan performa secara bertahap.

Alcaraz telah memastikan tempat pada turnamen penutup musim, ATP Finals. Namun, ia tetap berambisi menambah koleksi gelarnya sebelum musim 2026 berakhir.

Pada babak pertama Erste Bank Open, Alcaraz dijadwalkan menghadapi petenis Rusia Karen Khachanov. Berdasarkan indeks menang/kalah, Alcaraz mencatatkan 33 kemenangan dan lima kekalahan sepanjang musim ini.

Turnamen di Wina juga menjadi penampilan pertamanya di ibu kota Austria tersebut sejak 2021. Saat itu, Alcaraz yang masih berusia 18 tahun mengalahkan Daniel Evans, Andy Murray, dan Matteo Berrettini untuk mencapai semifinal ATP 500 pertamanya, sebelum dihentikan Alexander Zverev.

Mengenang perjalanan kariernya selama lima tahun terakhir, Alcaraz mengaku bangga dengan pencapaian yang telah diraih, termasuk menjadi petenis termuda yang menduduki peringkat satu dunia dalam sejarah ATP pada 2022. Hingga kini, ia telah mengoleksi 27 gelar pada level tur ATP.

"Lima tahun mungkin terdengar tidak terlalu lama, tetapi bagi saya perjalanan itu sangat panjang. Saya telah mencapai banyak hal sejak pertama kali bermain di sini dan saya sangat bangga," kata Alcaraz.

"Namun, saya masih merasa sebagai orang yang sama, anak yang sama, dengan ambisi dan impian yang sama."

Alcaraz menambahkan bahwa ia tetap menikmati setiap kesempatan untuk bermain di lapangan, meskipun padatnya jadwal pertandingan membuatnya jarang memiliki waktu untuk merenungkan pencapaian sepanjang kariernya.

Ia juga menekankan bahwa menjadi panutan dalam dunia tenis tidak semata-mata ditentukan oleh keberhasilan memenangi turnamen, tetapi juga oleh sikap dan perjuangan, baik di dalam maupun di luar lapangan.

Menurut Alcaraz, pengalamannya menjalani pemulihan cedera pergelangan tangan yang membuatnya absen lebih dari empat bulan pada musim ini turut menjadi bagian penting dari perjalanan kariernya.

"Saya rasa hal terbaik yang dapat saya lakukan sebagai panutan adalah menunjukkan perilaku saya, baik di dalam maupun di luar lapangan. Ini bukan hanya soal memenangi turnamen, tetapi juga bagaimana saya tampil, berjuang, dan seberapa besar kecintaan saya terhadap olahraga ini," ujar Alcaraz.

Ia mengatakan tidak merasa terbebani dengan pandangan masyarakat yang menjadikannya teladan karena dirinya hanya berusaha menjadi diri sendiri.

Alcaraz berharap dapat terus mempertahankan sikap tersebut sekaligus menunjukkan kepada generasi muda pentingnya kerja keras, ketekunan, dan kecintaan terhadap tenis.

Di Wina, Alcaraz juga berpeluang menambah koleksi gelar turnamen dalam ruangan setelah menjuarai Rotterdam pada 2025.

Penerjemah: Arindra Meodia