Hal itu viral di sosial media. Mantan CEO MGPA, Priandhi Satria jelaskan situasi yang terjadi dari berbagai informasi yang diterimanya.
"Kendaraan motor yang digunakan petugas dalam insiden tersebut merupakan kendaraan motor flying marshal, dan bukan kendaraan moto taxi. Keduanya memiliki fungsi yang sangat berbeda dalam mendukung operasional balapan, termasuk penanganan pembalap yang terjatuh dan pengaturan pergerakan petugas di area sirkuit," jelasnya.
"Di bagian belakangnya terlihat ada APAR atau alat pemadam api ringan," tambahnya.
"Dalam operasional balapan, flying marshal bertugas khusus dan hanya untuk mendukung pengawasan dan penanganan situasi di lintasan. Sementara itu, moto taxi digunakan untuk membantu mengantarkan pembalap yang membutuhkan transportasi dari area tertentu menuju lokasi yang telah ditentukan, sesuai prosedur dan kondisi operasional," paparnya.
Menurut pria yang akrab disapa Andhi tersebut, petugas flying marshal memang hanya dapat mengantarkan pembalap sampai ke titik transit kendaraan penjemputan yang telah disiapkan penyelenggara.