NADIKABAR.COM — Alexandria Islamic School di Kota Bekasi, Jawa Barat (Jabar), angkat bicara terkait dugaan penganiayaan terhadap siswanya yang dilakukan oleh sesama rekan. Dalam keterangan resmi, Alexandria Islamic School membantah peristiwa tersebut sebagai tindakan bullying atau perundungan.

"Berdasarkan informasi dan penanganan internal sekolah, kejadian tersebut bukan merupakan tindakan bullying, melainkan kesalahpahaman antara dua siswa kelas I SMP yang berujung pada perkelahian spontan," demikian pernyataan yang diterima, Senin (28/9/2026).

Peristiwa itu terjadi di kamar tidur asrama sehingga luput dari pengamatan pengawas. Area kamar tidur tidak terpasang CCTV karena merupakan ruang privasi siswa.

"Pada hari yang sama, Alexandria Islamic School telah melakukan langkah penanganan berupa pemeriksaan di Unit Health Care, membawa siswa ke RS Siloam, menghubungi kedua orang tua, memberikan pendampingan, serta melakukan mediasi bersama kedua orang tua siswa," jelasnya.

Namun proses mediasi di antara kedua belah pihak belum mencapai kesepakatan sehingga salah satu pihak memilih menempuh jalur hukum dengan melapor ke polisi. "Alexandria Islamic School menghormati proses hukum yang berjalan sesuai ketentuan yang berlaku," terangnya.

Pihak sekolah menghargai kebebasan informasi dan berpendapat. Namun mereka berharap informasi yang disampaikan sesuai dengan fakta dan tidak merugikan pihak mana pun.

"Terhadap penyebaran informasi yang dinilai tidak sesuai dengan fakta dan berpotensi merugikan nama baik sekolah, Alexandria Islamic School mempertimbangkan langkah hukum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku," bebernya.

Sebelumnya, informasi dugaan penganiayaan tersebut dibagikan oleh orang tua korban melalui media sosial. Pihak keluarga menyebutkan korban mengalami sejumlah luka lebam di tubuhnya, kepala benjol, hingga sakit pada bagian dada.

Korban sempat mengaku luka itu didapat karena terjepit pintu. Dinarasikan bahwa luka-luka baru terus ditemukan pada pekan berikutnya saat pihak orang tua mengunjungi korban.

Setelah dimintai konfirmasi, pihak sekolah membenarkan telah terjadi keributan dan siswa korban mengalami kekerasan oleh rekannya. Dari hasil pemeriksaan dokter, korban disebut mengalami pecah pembuluh darah pada area matanya.

Dimintai konfirmasi terpisah, Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Dani Hamdani membenarkan adanya laporan tersebut. Saat ini pihak kepolisian masih melakukan serangkaian penyelidikan.

"Laporan telah diterima pihak kepolisian dan sedang diproses penyelidikan. Sudah ada laporannya. Kita tindak lanjuti dan selidiki," kata Dani saat dihubungi, Jumat (25/9).