NADIKABAR.COM — Seruan All Eyes on Papua kembali menggema di media sosial. Warganet ramai menyuarakan kekhawatiran terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Bumi Cenderawasih. Kondisi ini semakin memprihatinkan setelah data menunjukkan puluhan ribu hektare kawasan konservasi terdampak kebakaran sepanjang 2026.

Di platform X, sejumlah pengguna membagikan peta satelit yang memperlihatkan sebaran titik panas berwarna merah di wilayah Papua Selatan, terutama sekitar Merauke. Unggahan tersebut mengundang perhatian karena kebakaran dikhawatirkan mengancam habitat satwa liar dan kehidupan masyarakat adat.

"Papua Selatan udah 319 ribu hektare terbakar di 2026. Kasuari, kanguru pohon, cenderawasih kehilangan rumah. Asapnya bikin ratusan ribu orang kena ISPA. Tapi masih banyak yang bilang CUMAN KEBAKARAN BIASA," kata @aldipreal.

"Beberapa SATWA LANGKA di Papua mati dilahap kebakaran hutan diantaranya: - kakatua jambul kuning - kasuari gelambir ganda - kanguru pohon - mambruk ubiaat - cenderawasih kuning besar," ujar @roticoklatkejuh.Unggahan lainnya menyerukan agar masyarakat terus menyuarakan kondisi Papua. Tagar #AllEyesOnPapua dan #SaveHutanPapua turut digunakan untuk meningkatkan perhatian publik terhadap ancaman kerusakan lingkungan.

Kekhawatiran tersebut bukan tanpa alasan. Data MapBiomas Fire Indonesia yang dihimpun Auriga Nusantara mencatat sekitar 70.808 hektare kawasan di 47 taman nasional Indonesia terdampak kebakaran sepanjang Januari hingga September 2026.