NADIKABAR.COM β Korea Selatan pada Kamis (5/11) mengumumkan bahwa pihaknya mengerahkan patroli maritim dan tim penjinak bahan peledak menuju perairan dekat Hormuz untuk menjaga jalur pelayaran tetap terbuka.
Perang AS-Iran yang dimulai pada 28 Februari telah mengganggu jalur pelayaran melalui Selat Hormuz, jalur vital yang mengangkut sekitar seperlima dari minyak dunia.
Kementerian Pertahanan Korea Selatan mengkonfirmasi bahwa pemerintah berencana memperluas wilayah operasional unit angkatan laut anti pembajakan, Cheonghae, yang melindungi kapal-kapal komersial dari Teluk Aden di lepas pantai Somalia ke perairan dekat pelabuhan Duqm di Oman, yang berjarak 650 km dari Selat Hormuz.
Unit Cheonghae telah ditempatkan di Teluk βAden sejak 2009 untuk memastikan navigasi yang aman bagi kapal-kapal komersial. Menurut stasiun televisi YTN, unit tersebut terdiri dari βkapal perusak kelas 4.400 ton, sebuah helikopter operasi maritim, dan melibatkan sekitar 300 anggota militer.
Penempatan lebih lanjut misi tersebut di sekitar Hormuz, mengutip kantor berita Yonhap News Agency, akan turut melibatkan kapal perusak kelas, pesawat patroli maritim P-8 beserta 75 personel unit, tim penjinak bahan peledak (EOD), kapal nirawak, kapal selam nirawak, serta kendaraan kendali jarak jauh (ROV) untuk eksplorasi bawah laut.