Perpanjangan penugasan unit Cheonghae memerlukan persetujuan parlemen. Sebelumnya unit ini disetujui beroperasi hingga akhir tahun 2026, tulis kantor berita tersebut.

"Penguatan misi Unit Cheonghae ini bertujuan untuk melindungi warga negara dan menjaga kepentingan ekonomi kita," kata seorang pejabat Kementerian Pertahanan kepada wartawan, yang ingin identitasnya tidak disebutkan.

Lebih lanjut pejabat tersebut menyebut bahwa penguatan misi ini semata-mata untuk tujuan non-tempur dan unit tersebut akan melanjutkan beroperasi secara independen dari pasukan sekutu. "Operasi akan tetap dibatasi di perairan terbuka di selatan Oman, dan pesawat patroli maritim dilarang menargetkan atau memantau wilayah daratan Iran, perairan teritorial, atau bagian dalam Selat Hormuz selama misi mereka," tambah pejabat kementerian tersebut.

Korea Selatan sangat bergantung pada impor minyak dan memperoleh 70% pasokannya dari Timur Tengah pada tahun 2025, sebagian besar dikirim melalui Selat Hormuz, menurut Kementerian Perindustrian Korea Selatan.

Pengumuman tersebut muncul di tengah sikap Korsel yang menegaskan bahwa negara tersebut tidak akan mengerahkan pasukan untuk campur tangan secara militer dalam perang Iran, namun ingin terus berupaya melindungi pelayaran komersial dan pasokan energi melalui salah satu titik krusial maritim terpenting di dunia.