Untuk diketahui, Arab Saudi terlibat dalam perang saudara di Yaman sejak 2015 silam sebagai pemimpin koalisi Arab yang mendukung pemerintah yang diakui secara internasional, yang telah diusir oleh Houthi dari ibu kota Sanaa.

Perang saudara ini kemudian sempat mencapai gencatan senjata yang disepakati antara pihak-pihak yang bertikai pada 2022. Namun konflik kembali pecah tahun ini ketika Houthi melancarkan serangan rudal dan drone terhadap kapal-kapal pengangkut dan infrastruktur minyak Saudi sebagai dampak dari perang Iran.

Alhasil, salah satu rute pelayaran ekspor minyak paling vital di dunia setelah Selat Hormuz, yakni Selat Bab el-Mandeb di Laut Merah, menjadi tidak aman untuk dilintasi karena banyaknya serangan dari Houthi. Membuat salah satu jalur ekspor Kerajaan Saudi terputus.

Hanya saja sekarang Saudi telah menyimpulkan bahwa mereka sudah tidak dapat masuk dalam negosiasi perdamaian Yaman yang baru dengan Houthi selama para militan tersebut masih menguasai Bab el-Mandeb.