"Ada banget (perubahan). Setelah ada MRT, baru sadar ternyata Indonesia bisa juga provide hal kayak gini. Biasanya kita coba di luar (negeri), sekarang di Indonesia. Kenapa enggak dari dulu aja ada ini (MRT)," curhatnya.

Baik Marwah maupun Ilham optimistis kualitas moda transportasi umum Tanah Air, termasuk MRT Jakarta mampu mewakili wajah Indonesia di kancah global.

"Bisa kok, Indonesia punya MRT yang layak di setiap area, yuk bisa yuk!" ungkap Marwah.

Sementara itu, Ilham menilai cara pandangnya terhadap kualitas dan fasilitas transportasi publik Tanah Air berubah sejak kehadiran MRT Jakarta. Ia berhadap, hal itu bisa diadopsi oleh moda transportasi lainnya untuk menjadi lebih baik, modern, khususnya dengan dukungan pemerintah.

Melansir Laporan Tahunan Kinerja MRT 2025, jaringan layanan MRT Fase 1 membentang sepanjang 15,7 kilometer (km). Adapun jaringan baru Fase 2A akan melayani rute perjalanan sepanjang 6 km, per Jumat (25/9) pembangunannya telah mencapai 65,1 persen dari target 63,04 persen.

"MRT Jakarta menargetkan penyelesaian segmen satu Bundaran HI-Monas pada akhir 2027 dan segmen dua hingga Kota pada akhir 2029. Kemajuan signifikan pun terlihat pada setiap paket kontrak konstruksi," tulis perusahaan di laman resminya, Senin (5/10).

Tak sampai di situ, dalam laporan tahunan perusahaan membeberkan rencana jangka panjang untuk memperluas jangkauan layanan. Salah satunya pengembangan jaringan lintas timur hingga barat dengan panjang rute mencapai 84,1 km.

Untuk jaringan lintas timur, MRT Jakarta direncanakan membentang dari Karang Tengah, Tangerang hingga Cikarang, Bekasi.

Rencana perluasan juga dilakukan untuk lintas lingkar luar dengan panjang jalur mencapai 10,9 km. Adapun rute jaringan bakal membentang dari Stasiun Fatmawati hingga Kampung Rambutan.