Rosas mengatakan perjuangan demi ICC merupakan medan pertempuran antara pihak yang bersikeras bahwa hukum harus tunduk pada kekuasaan dan bahwa impunitas bagi para penjahat perang serta pelaku genosida harus dijamin dengan pihak yang berjuang untuk mempertahankan akuntabilitas, kesetaraan di hadapan hukum, serta keadilan bagi para korban.

"Masa depan ICC dan keadilan internasional itu sendiri akan bergantung pada sikap pemerintah dan masyarakat apakah bersedia membelanya," tambahnya.

Seruan tersebut muncul setelah Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengumumkan sanksi terhadap ICC.​​​​​​​